Jumat, 20 Februari 2009

ARSIP DATA&DOKUMENT KEGIATAN SMA JAKARTA RAYA











3 komentar:

KEGIATAN KREATIF OSIS mengatakan...

INFORMASI BUAT SISWA SMA SMA JAKARTA RAYA :
KIRIM TUGAS DAN BERITA TENTANG
SENI BUDAYA/TEATER
DI KOLOM KOMENTAR INI !!!

SILAHKAN KLIK KOMENTAR SEKARANG !!

Anonim mengatakan...

Tugas Seni Budaya Di Masukin Kesini??

..YudHz..

Anonim mengatakan...

Perkembangan Teater Modern Indonesia

Teater selalu penuh dengan makna. Dalam pandangan New Hisotricism, makna dalam dunia teater tidak pernah terlepas dari ideologi, demikian pula dengan dunia teater Indonesia. Sejak awal,dunia teater Indonesia sudah dibebani dengan ideologi baik yang transparan mau pun yang samar-samar. Dari jaman pra-kemerdekaan hingga tahun 1950an, ketika Indonesia baru saja merdeka selama lima tahun, ideologi politik nampak jelas mengemuka.Sesudah masa itu, ideologi lain mengemuka, meski pun sebagian hanya sebagai latar belakang. Para insan teater nampaknya banyak terperangkap dalam ideologi-ideologi ini, sehingga mereka lupa membangun dunia teater sebagai dunia mereka sendiri, tempat mereka berkreasi baik secara artistik mau pun profesional.

Sebuah karya seni tidak lepas dari ideologi.Ideologi itu bisa hanya samar-samar berfungsi sebagai latar belakang, bisa pula jelas kelihatan di permukaan. Ideologi bahkan bisa menjadi sumber inspirasi, seperti yang terjadi dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.Sayangnya, di Indonesia, tarik-menarik pemikiran dan nilai-nilai itu justru kelihatan menjadi beban dalam perkembangan dunia teater modern Indonesia.

Pemikiran dan nilai-nilai mempengaruhi perkembangan estetik mau pun non-estetik teater modern Indonesia sedemikian rupa sehingga dunia teater lebih menjadi arena persilangan pemikiran dan nilai-nilai dibandingkan sebagai sebuah dunia seni yang lengkap,mandiri,dan utuh.

Drama/teater modern Indonesia, hingga saat ini, masih belum betul-betul menjadi “milik masyarakat.” Meski pun perkembangannya sudah dimulai sejak pra-kemerdekaan, “teater Indonesia masih merupakan fenomena kota besar dan hanya diterima oleh sebagian kecil penonton”.

Sebagian kecil penonton itu pada umumnya kelompok masyarakat intelektual (atau yang ingin menjadi intelektual) Indonesia, itu pun tidak semuanya. Teater modern Indonesia berkembang dengan segala pasang surutnya dan dengan segala pergolakan pemikirannya, tetapi teater modern Indonesia masih belum mempunyai dunia yang mapan, yang betul-betul normal.

Nama : Ade Yudha S
Kelas : XI-IPS
Tugas : Seni Budaya [Perkembangan Teater Modern Indonesia]
Sumber : Jakarta Post [Translated]

KALO SALAH MAKLUMIN PAK.. d¯¬¯b
BURU² NGERJAINNYA NIH.. d~__~b
Quota i-net rumah udah mepeet...